Penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pertama kali ditemukan di China pada November 2002. Merupakan salah satu jenis penyakit pneumonia yaitu infeksi saluran pernapasan berat dan disertai dengan gejala pada saluran cerna sebagai akibat dari coronavirus. SARS dapat menyebabkan kematian jika penderita tidak segera mendapatkan penanganan dengan tepat. Berikut adalah gejala infeksi virus SARS pada manusia.

Malaise

Malaise merupakan sebuah keadaan yang terjadi pada tubuh yang terasa tidak enak badan, lemas dan pusing. Setiap orang yang sakit pasti pernah mengalami malaise yang mengindikasikan jika tubuh sedang tidak sehat. Malaise menyerang tubuh seseorang secara fisik dan psikis, tergantung dari penyakit yang dideritanya.

Penderita akan merasa tidak nafsu makan dan badan akan terasa pegal pada bagian-bagian persendian. Selain itu, perut penderita terasa sakit akibat gangguan pada pencernaan misalnya diare, sembelit dan lainnya. Berat badan penderita dapat berangsur-angsur turun jika dibiarkan terus menerus. Efek psikis yang terjadi berupa rasa cemas dan tidak bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Myalgia

Gejala infeksi virus SARS berikutnya ialah Myalgia atau nyeri otot. Badan akan terasa kaku, kram dan seperti tertarik pada bagian otot. Rasa nyeri otot bisa sangat menyiksa dan terasa di seluruh bagian tubuh. Nyeri otot bukanlah penyakit tetapi gejala dari suatu kondisi yang dapat mengganggu kegiatan. Dalam hal ini, myalgia tidak boleh dianggap remeh oleh penderita.

Demam

Selain itu, penderita juga bisa mengalami kenaikan suhu tubuh hingga diatas 38 derajat. Penderita akan merasakan demam dengan tubuh gemetar. Demam merupakan sebuah reaksi alami pada tubuh dimana sistem imun melawan infeksi dari virus atau bakteri penyebab penyakit. Demam akan disertai dengan badan berkeringat, menggigil, terasa lemas dan menurunnya nafsu makan pada penderita.

Viremia

Viremia merupakan kondisi dimana virus memasuki aliran darah penderita. Hal ini menyebabkan infeksi pada jaringan tubuh melalui aliran darah yang menyebar ke seluruh tubuh. Hal ini mengakibatkan penderita mampu menularkannya kepada orang lain yang masih sehat.

Sakit Kepala

Rasa sakit kepala akan muncul secara bertahap maupun mendadak.Ada yang ringan dan ada pula yang terasa berat. Sakit yang diderita bisa terjadi dalam hitungan jam dan ada pula yang sampai berhari-hari. Rasa nyeri akan menyebar mulai dari kepala ke wajah, leher dan bahu. Penglihatan menjadi buram, peka terhadap rangsangan cahaya serta adanya suara. Sakit kepala yang terjadi bisa jadi merupakan reaksi tubuh karena masuknya coronavirus.

Batuk Tidak Berdahak

Batuk kering merupakan batuk yang tidak disertai keluarnya dahak atau lendir. Hal ini akan menyebabkan tenggorokan terasa gatal, terlebih di malam hari. Batuk kering biasanya berlangsung lama. Batuk ini menandakan adanya iritasi pada saluran pernapasan akibat dari infeksi coronavirus.

Pilek

Merupakan kondisi gejala infeksi virus SARS lainnya yang ditandai dengan bersin-bersin dan hidung tersumbat. Penderita akan merasa tidak nyaman pada bagian saluran pernapasan. Flu ini juga disertai dengan keluarnya lendir pada hidung penderita. Penderita hendaknya menutup mulut dan hidung saat bersin untuk menghindari tersebarnya virus kepada orang sehat lain. Hal ini dikarenakan coronavirus mampu menyebar melalui udara.

Demikianlah contoh gejala infeksi virus SARS yang terjadi pada manusia. Sebaiknya penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut segera melakukan pengobatan. Penderita juga diharuskan mengenakan masker supaya virus tidak semakin meluas. Bagi yang masih sehat juga harus memperhatikan kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, juga selalu konsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih.